Mengarusutamakan Pengelolaan DAS Guna Mendukung Revolusi Hijau Banua Di Provinsi Kalimantan Selatan

MENGARUSUTAMAKAN PENGELOLAAN DAS GUNA MENDUKUNG REVOLUSI HIJAU BANUA DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Hayu Tanam wan Haragu   Puhun Sadikitnya Salawi Rapun Gasan Anak Cucu Kita Jua !!!

Para pemakalah Rakor DAS HL (ki-ka) : Giri Suryanta, SSi, MSc (moderator), Dr. Ir. Mintardjo, MMA (Direktur PTH), Ir. Joko Siswanto (Kasubdit Dit KPHL) dan Dr. M. Zainal Arifin, SHut, MP (Kepala BPDASHL Barito)

Para pemakalah Rakor DAS HL (ki-ka) : Giri Suryanta, SSi, MSc (moderator), Ir. Mintarjo, MMA (Direktur PTH), Ir. Joko Hadi Siswanto, MM (Kasubdit Dit KPHL) dan Dr. M. Zainal Arifin, SHut, MP (Kepala BPDASHL Barito)

Di tempat hotel HBI Kota Banjarmasin, pada hari Kamis hingga Jumat tanggal 23 dan 24 Februari 2017, Balai Pengelolaan DAS Hutan Lindung Barito menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung untuk lingkup Wilayah Kerja DAS Barito yang meliputi Kalimantan Selatan (45,5%) dan Kalimantan Tengah (54%) serta sedikit di Kalimantan Barat (0,3%) dan Kalimantan Timur (0,17%). Luas keseluruhan DAS Barito yaitu pada kisaran 8,1 juta hektar yang membentang dari utara (Pegunungan Muller, Pegunungan Schwaner) hingga selatan (Pegunungan Meratus, dataran fluvial, dataran gambut, dataran pantai, perbukitan karst). Adapun wilayah administrasi yang masuk dalam cakupan DAS Barito meliputi 17 kab/kota, baik di Prov. Kalimantan Selatan maupun Prov. Kalimantan Tengah.

Pada acara tersebut dirangkai dengan penandatanganan dokumen Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan beberapa pihak yaitu Dinas Kehutanan (Dishut) Prop. Kalimantan Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Prop. Kalimantan Selatan, Kanwil Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Prop. Kalimantan Selatan dan Fakultas Kehutanan (Fahutan) ULM. Adapun PKS tersebut guna percepatan program Penanaman Pohon Oleh Para Pihak yang selaras dengan kebijakan Gubernur Kalimantan Selatan yaitu Revolusi Hijau. Sasaran PKS penanaman pohon tersebut meliputi Pemangku Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), baik Hutan Lindung maupun Hutan Produksi; para peserta didik, tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan Tingkat SMA; para calon pengantin dan pegawai KUA; serta para mahasiswa maupun tenaga pengajar di Fahutan ULM. Diharapkan lahan tanam telah dipersiapkan oleh para pihak berikut pemeliharaan pohonnya sedangkan bibit pohon disediakan oleh BPDASHL Barito melalui Persemaian Permanen yang berada di Banjarbaru, Kotabaru dan Kandangan.

Sesaat setelah penandatanganan PKS diadakan press conference antar-pihak yang terlibat yaitu (ki-ka) Dekan Fahutan ULM, Kepala Disdikbud Prop. Kalsel, Kepala Kanwil Agama Prov. Kalsel, Kepala BPDASHL Barito, Kabid. Pengelolaan DAS Dishutprop Kalsel, Sekretaris Daerah Kab. HSS, Kepala BP2LHK Banjarbaru dan Kepala Dinas LH Kab. Kotabaru

Sesaat setelah penandatanganan PKS diadakan press conference antar-pihak yang terlibat yaitu (ki-ka) Dekan Fahutan ULM, Kepala Disdikbud Prop. Kalsel, Kepala Kanwil Agama Prov. Kalsel, Kepala BPDASHL Barito, Kabid. Pengelolaan DAS Dishutprop Kalsel, Sekretaris Daerah Kab. HSS, Kepala BP2LHK Banjarbaru dan Kepala Dinas LH Kab. Kotabaru

Sedangkan operasional ketiga Persemaian Permanen tersebut melalui Perjanjian Kerjasama pula antara BPDASHL Barito dengan pihak Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Kotabaru dan Sekretariat Daerah (Setda) Kab. Hulu Sungai Selatan. Kapasitas produksi bibit pohon untuk tahun 2017 ini ditargetkan sejumlah +2,25 juta batang yang melayani berbagai pihak termasuk masyarakat luas. BPDASHL Barito juga bertugas menjamin ketersediaan bibit yang berkualitas sebagai prasyarat keberhasilan pembangunan hutan tanaman, baik untuk aktivitas produksi maupun rehabilitasi hutan/lahan. Bibit yang bermutu tinggi mempunyai daya adaptasi lebih, meningkatkan kualitas tegakan, tahan terhadap hama penyakit serta memperpendek daur pemanenan.

Sesuai arahan Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Ditjen PDASHL KemenLHK bahwa lahan kritis di wilayah kerja BPDASHL Barito seluas +1,2 juta ha  diupayakan untuk dikendalikan. Penanaman pohon diharapkan dapat menghambat laju degradasi lahan pada DAS Barito untuk peningkatan kesehatan DAS, peningkatan mutu lingkungan dan menambah ekonomi masyarakat, misalnya dengan pemanfaatan hasil tanaman berupa buah, bunga, biji, kayu, oksigen, air dan estetikanya (ekowisata). Budaya menanam dan pelihara pohon perlu selalu ditumbuhkan dan dibina guna mendukung kegiatan rehabilitasi hutan/lahan pada tiap propinsi, khususnya Prop. Kalimantan Selatan melalui Gerakan Penanaman Pohon “Revolusi Hijau, Menanam dan Menanam Untuk Anak Cucu Kita”.

Adapun kesimpulan dari Rapat Koordinasi Pengelolaan DAS Hutan Lindung tersebut adalah :

  1. Keberhasilan tanaman ditentukan oleh kualitas jenis bibit tanaman serta tingkat kesesuaian jenis tanaman, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan; yang mempertimbangkan ekosistem, jenis tanah dan kondisi vegetasi awal sebagai unsur-unsur penyusun ekoregion setempat. Kualitas jenis bibit tanaman dapat didukung dengan penyediaan benih yang memadai melalui kultur jaringan, kebun benih, areal sumberdaya genetik serta kebun pangkas. Keberhasilan tanaman dengan usaha menjaga kualitas jenis bibit pada lahan yang sesuai diharapkan dapat menjadi pemasukan yang optimal bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan perekonomian setempat, bahkan meluas hingga kab/kota/provinsi setempat.
  2. Tata kelola KPHL memiliki 4 pilar yaitu tata kelola hutan, tata kelola lingkungan, tata kelola sosial dan tata kelola usaha yang didukung dengan beberapa kegiatan BPDASHL meliputi fasilitasi pembangunan sarana prasarana, pembangungan resort, pembangunan sipil teknis (Bangunan Konservasi Tanah), mediasi resolusi konfliks, fasilitasi penyusunan/pengembangan bisnis komoditi, invent-ident hasil hutan bukan kayu dan pencegahan kebakaran hutan. Implementasi keempat tata kelola KPHL tersebut saat ini masih menemui kendala yang cukup signifikan dengan variasi permasalahannya namun para pengelola KPHL rata-rata memiliki semangat yang tinggi dalam berkarya demi terwujudnya pengelolaan KPHL yang ideal.
  3. Revolusi Hijau yang telah dicanangkan Gubernur Kalimantan Selatan diharapkan dapat mengendalikan laju ekskalasi lahan kritis di wilayah DAS Barito dengan mengoptimalkan peran koordinasi Forum DAS Provinsi Kalimantan Selatan yang mencakup hampir seluruh SKPD Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya BAPPEDA Prov. Kalimantan Selatan, yang dapat diawali dengan penyusunan Pedoman selanjutnya Juklak, Juknis hingga Manual bagi instansi pemerintah, swasta, kelompok masyarakat, lembaga swadaya hingga perorangan.

Menanam pohon adalah tabungan, bernilai ibadah, pohon akan bertasbih dan membawa kemaslahatan bagi ummat. (Giri Suryanta, 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published.