Pembekalan Pembuatan dan Penanaman Kebun Bibit Rakyat Tahun 2016

PEMBEKALAN PEMBUATAN DAN PENANAMAN KEBUN BIBIT RAKYAT TAHUN 2016

Oleh : Sri Widiyaningsih, S.Sos

“Pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR) merupakan salah satu program Pemerintah dalam rangka penyediaan dan pemenuhan kebutuhan  bibit bagi masyarakat yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat, dimana masyarakat sebagai perencana, pelaksana dan sekaligus sebagai pengawas dalam kegiatan dilangan”

Hal ini di sampaikan oleh Ir. Untung Lusianto, Msi pada acara pembukaan dan pemberian materi  “Kebijakan  Pembangunan  Kebun Bibit Rakyat Tahun 2016” di Wisma Abadi, Martapura Kabupaten  Banjar.

Pembekalan teknis dan administrasi pembuatan dan penanaman KBR Tahun 2016  wilayah kerja BPDASHL Barito direncanakan akan dilaksanakan selama 2 hari  yaitu mulai  tanggal21 Juli s/d 22 Juli 2016.Dalam sambutannya Kepala Balai mengatakan bahwa salah satu program peningkatan fungsi dan daya dukung DAS berbasis pemberdayaan masyarakat pada 108 DAS prioritas adalah Program Pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.24/Menhut-II/2010 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kebun Bibit Rakyat sebagaimana telah diubah dari tahun ke tahun dan sekarang ini diatur dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.49/MenLHK/Setjen/Das.2/5/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kebun Bibit Rakyat.

Kepala BPDASHL Barito memberika materi sekaligus membuka acara Pembekalan Administrasi dan Teknis Pembuatan dan Penanaman KBR

Kepala BPDASHL Barito memberikan materi sekaligus membuka acara Pembekalan Administrasi dan Teknis Pembuatan dan Penanaman KBR

Program ini ditujukan untuk masyarakat yang tergabung dalam wadah kelompok tani, dimana masyarakat sebagai pelaku utama yaitu sebagai perencana, pelaksana dan sekaligus sebagai pengawas dalam kegiatan dilapangan.

Kepala Balai juga menegaskan bahwa beberapa proses penting yang harus dilaksanakan dalam penyelenggaraan KBR harus sesuai permenLHK  P.49/MenLHK/Setjen/Das.2/5/2016. Proses tersebut harus dilaksanakan tahap demi tahap sampai akhir kegiatan selesai dan yang juga tidak kalah penting adalah penanaman bibit KBR dan pendampingan oleh Petugas Lapangan (PL).

Peserta Pembekalan

Peserta Pembekalan

Keberadaan Pendamping atau Petugas Lapangan (PL) sangat penting dalam program KBR baik pada pembangunan maupun penanaman KBR ini untuk senantiasa memberikan fasilitasi dan pengarahan kepada masyarakat/kelompok tani yang bersangkutan selama proses KBR berjalan. Petugas Lapangan bertugas melakukan bimbingan antara lain:

  1. penyusunan RUKK;
  2. informasi penyediaan benih;
  3. teknis pembuatan bibit;
  4. pembuatan laporan.

Agar proses tersebut dapat berjalan baik, dalam mengimplementasikan PermenLHK P.49/MenLHK/Setjen/Das.2/5/2016  perlu adanya dukungan dan komitmen  dari para pihak yang terkait baik di tingkat  Pemerintah Pusat, Propinsi, Kabupaten/Kota dan juga dukungan dari sektor-sektor lain seperti  Instansi Pemerintah lainnya, Perguruan Tinggi, dan sebagainya.

Keberhasilan  program KBR  tidak terlepas dari peran  serta Petugas Lapangan dan Ketua Kelompok Tani yang hadir disini, sehingga setelah kembali ke Desa masing-masing, Saudara adalah  ujung tombak dalam memberikan bimbingan dan fasilitasi kepada anggota kelompok KBR di daerah masing-masing.

Kepala Seksi Program selaku Ketua Panitia Pembekalan KBR 2016

Kepala Seksi Program selaku Ketua Panitia Pembekalan KBR 2016

Sementara Kepala Seksi Program DAS (Sutisna, S.Hut, MP) menyampaikan bahwa maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan Pembekalan Pembuatan dan Penanaman KBR Tahun 2016 adalah untuk meningkatkan kemampuandan pemahaman bagi para petugas lapangan sebagai tenaga pendamping dan ketua kelompok masyarakat penerima KBR dalam mendukung keberhasilan kegiatan Kebun Bibit Rakyat 2016.Sedangkan tujuannya adalah agar pelaksana KBR tahun 2016 dapat berjalan secara efektif, efisien dan dapat memuaskan  bagi para pihak.

Hal lain yang disampaikan oleh Kepala Seksi Program DAS adalah para pendamping lapangan dan ketua kelompok harus rajin bertanya dan belajar serta  saling tukar  ilmu dan pengalaman dari para peserta narasumber yang ada di ruangan ini. Sehingga sepulangnya dari tempat pembekalan ini para  peserta dapat bertambah ilmu dan pengalamannya untuk di praktekan di tempat masing-masing.

Pembekalan yang berlangsung selama 2 hari tersebut dihadiri oleh para ketua kelompok masyarakat penerima unit KBR dan PL dari Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Tapin, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan dan Kotabaru. Adapun materi yang disampaikan adalah :

  1. Kebijakan Penyelenggaraan Kebun Bibit Rakyat
  2. Teknik Penyusunan RUKK
  3. Teknik Penyusunan Proposal Kegiatan
  4. Teknik Penyusunan RPB KBR
  5. Mekanisme Penyaluran Dana dan Pertanggungjawaban penggunaan Dana KBR
  6. Pelaporan dan serah terima hasil KBR
  7. Teknik Pembuatan Bibit dan Penanaman Hasil KBR
Kepala BPDASHL Barito memberikan materi tentang Kebijakan Penyelenggaraan KBR

Kepala BPDASHL Barito memberikan materi tentang Kebijakan Penyelenggaraan KBR

Kepala Seksi Program dan Kepala Seksi RHL sebagai Narasumber

Kepala Seksi Program dan Kepala Seksi RHL sebagai Narasumber

Para Narasumber dari BPDASHL Barito

Para Narasumber dari BPDASHL Barito

Pada acara ini  antusiasme peserta dalam mengikuti materi sangat besar, hal ini terlihat pada proses diskusi dalam setiap penyampaian materi, baik materi yang berkaitan dengan administrasi dan manajemen KBR maupun materi-materi yang berkaitan dengan teknis KBR.Antusiasme peserta ini antara lain juga tentang program pembuatan KBR tahun 2016 yang juga harus dilaksanakan penanamannya pada tahun yang sama. Dalam hal ini bibit yang harus dibuat harus menyesuaikan dengan jenis bibit yang cepat tumbuh, sehingga pada saat penanaman bibit sudah siap tanam, seperti Sengon, Trembesi, Jabon, Lamtoro, Petai, Gmelina, Mahoni,Karet, dll, yang mudah tumbuh. Sementara diantara kelompok penerima KBR sangat beragam dalam penentuan jenis bibitnya termasuk didalamnya jenis bibit yang tidak memungkinkan untuk langsung ditanam pada tahun yang sama, sehingga hal ini menarik untuk didiskusikan antara peserta dan para narasumber yang kompeten.

Diskusi dengan Peserta

Diskusi dengan Peserta

Program KBR yang dilaksanakan di BPDASHL Barito dimulai sejak tahun 2010. Pada tahun 2016 ini, BPDASHL melaksanakan 50 unit yang penanamannya akan dilaksanakan pada tahun yang sama. KBR merupakan program untuk kelompok masyarakat di pedesaan, yang dilaksanakan secara swakelola untuk merehabilitasi hutan dan lahan yang kritis serta untuk penghijauan lingkungan.

Di hari kedua pada akhir acara Pembekalan Teknis dan Administrasi Pembuatan Dan Penanaman Kebun Bibit Rakyat Tahun 2016, para peserta diberikan bibit gaharu untuk dikembangkan di daerah masing-masing dan foto bersama seluruh peserta dengan narasumber dan panitia.

Pemberian Bibit Gaharu

Pemberian Bibit Gaharu

Foto bersama para peserta dengan narasumber dan panitia

Foto bersama para peserta dengan narasumber dan panitia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.