PENTING PEMILIHAN LOKASI SPAS

admin   27/07/2016   Comments Off on PENTING PEMILIHAN LOKASI SPAS

Pentingnya Pemilihan Lokasi SPAS Dalam Rangka Penyediaan Data Monitoring dan Evaluasi Tata Air untuk Keberlanjutan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)

Pengelolaan DAS adalah upaya manusia dalam mengatur hubungan timbal balik antara sumberdaya alam dengan manusia di dalam DAS dan segala aktivitasnya, agar terwujud kelestarian dan keserasian ekosistem serta meningkatnya kemanfaatan sumberdaya alam bagi manusia secara keberlanjutan.

Tujuan pengelolaan DAS untuk mewujudkan kesadaran, kemampuan dan partisipasi aktif Instansi Terkait dan masyarakat dalam pengelolaan DAS yang lebih baik, mewujudkan kondisi lahan yang produktif sesuai dengan Daya Dukung dan daya tampung lingkungan DAS secara berkelanjutan, mewujudkan kuantitas, kualitas dan keberlanjutan ketersediaan air yang optimal menurut ruang dan waktu dan mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

sungai paki

Sungai Paki, Kab. Hulu Sungai Tengah

Peningkatan kesejahteraan masyarakat diharapkan tercapai seiiring dengan terwujudnya kondisi lahan yang produktif serta kuantitas, kualitas dan kontinuitas air yang baik, kondisi sosial ekonomi yang kondusif dan pemanfaatan tata ruang wilayah yang optimal.


Monitoring dan evaluasi wajib dilakukan dalam pengelolaan DAS yang baik dalam pemulihan maupun mempertahankan Daya Dukung DAS. Monitoring dilakukan untuk mendapatkan data indicator kinerja DAS yang dilakukan secara periodic paling sedikit setiap tahun sekali. Hasil monitoring menjadi dasar untuk melakukan evaluasi kinerja pengelolaan DAS. Evaluasi kinerja pengelolaan DAS dilakukan untuk memperoleh gambaran perubahan Daya Dukung DAS yang mencakup evaluasi sebelum, selama dan setelah kegiatan berjalan.

Monitoring dan evaluasi kinerja pengelolaan DAS sangat penting untuk mengetahui apakah tujuan pengelolaan DAS telah tercapai melalui kegiatan pengelolaan DAS yang telah dilakukan dan selanjutnya dapat digunakan sebagai umpan balik perbaikan perencanaan pengelolaan DAS ke depan.

Sehubungan dengan hal tersebut, untuk bisa melakukan monev hubungan input-output di DAS/Sub DAS secara tepat dan akurat, maka selain diperlukan ketepatan dalam memilih DAS/Sub DAS yang representative juga diperlukan ketepatan dalam menempatkan alat pengamat input (hujan) yang berupa stasiun penangkar hujan (SPH) dan alat pengamat output (hasil air) yang berupa stasiun pengamat aliran sungai (SPAS).

Dalam rangka menyediakan data untuk kegiatan monitoring dan evaluasi tata air, maka perlu dilakukan pembuatan bangunan Stasiun Pengamat Aliran Sungai (SPAS). Pemilihan lokasi SPAS yang tepat merupakan salah satu penentu keakuratan data yang diperoleh, maka penting untuk mengetahui kriteria yang baik untuk pemilihan lokasi SPAS.

PEMILIHAN LOKASI SPAS

Kriteria pemilihan lokasi SPAS adalah sebagai berikut :

  1. Aksesibilitas/ Accessibility   ——->   Lokasi SPAS diusahakan yang tidak jauh dari desa/ kampung dan dekat jalan penyeberangan (jembatan dan lain sebagainya). Sehingga dalam keadaan cuaca bagaimanapun mudah didatangi, khususnya pada musim hujan dan pada saat banjir terjadi. Hal ini tidak hanya memeudahkan pengukuran banjir, pembacaan pelskal, pemeliharaan dan sebagainya, tetapi juga meningkatkan intensitas pengontrolan oleh petugas pengamat.
  1. Kecukupan/ Adequacy  ——->  Penampang melintang bangunan SPAS harus sanggup menampung aliran air banjir yang terbesar yang mungkin terjadi. Hindari tempat yang kemungkinan aliran banjir melampaui tebing sungai yang dimensinya sulit diukur. Perlengkapannya harus mampu untuk bisa mengukur ketinggian muka air yang terbesar (pada musim hujan) ataupun air yang terkecil (pada musim kemarau).
  1. Stabilitas / Stability    ——->   Kondisi stasiun harus stabil, dalam arti tidak merubah hubungan antara tinggi muka air dan banyaknya aliran (debit), hingga kecermatan dan ketelitian pengukuran tercapai. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih bagian sungai, dimana tidak terdapat pengendapan ataupun penggerusan pada dasar dan tebing sungai tidak mudah ambrol.
  1. Kelangsungan/ Permanency ——-> Stasiun harus dipilih sedemikian rupa, sehingga bangunan tidak terganggu dalam periode yang panjang dan tidak terputus-putus.
  1. Persyaratan Ketelitian
  • Laminaritas ⇒ Dipilih bagian sungai dimana terdapat aliran laminar (tidak bergejolak).
  • Penampang Parabolik ⇒Pada stasiun alami, pilihlah lokasi pada bagian sungai dengan penampang yang berbentuk parabola dan lurus sepanjang kurang lebih 3 atau 4 kali lebarnya.
  • Hindarkan arus balik (back water) ⇒ Bila stasiun terlalu dekat dengan muara atau pertemuan dengan sungai lain, maka dikhawatirkan akan terjadi arus yang berlawanan dan akan merusak jalannya pengamatan.
  • Kecepatan aliran sedang ⇒ Memilih bagian sungai dimanan terdapat aliran yang tidak terlalu cepat, dengan tanda-tanda dimana lebar dan kemiringan sungai masing-masing relative lebih besar dan landai.
  • Stasiun buatan ⇒ Bila sukar mendapatkan stasiun dengan syarat-syarat seperti tersebut sebelumnya, maka buatlah bangunan khusus dengan cara merubah penampang melintang sungai alami di bagian sungai yang diperkirakan paling berdayaguna dan berhasilguna untuk konstruksi stasiun.

spas hauran

Dengan adanya pemilihan lokasi SPAS yang tepat untuk memperoleh data tata air yang akan digunakan untuk kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) kinerja DAS, khususnya dari aspek tata air dapat dilakukan dengan tepat sasaran. (Wdy/evlap)